Basic Skincare for Babies

Written by: Salsabilatul Azizah, M.B.B.S.

Kulit bayi sangatlah sensitif karena struktur kulitnya yang tipis dan masih dalam masa perkembangan. Oleh karena itu, kulit bayi sangat rentan terhadap zat-zat yang menyebabkan kulit mengalami alergi atau iritasi. Di samping itu, bakteri juga dapat dengan mudah menembus kulit bayi dan menimbulkan berbagai permasalahan kulit.

Menerapkan perawatan kulit bayi yang tepat akan membantu meningkatkan integritas skin barrier dan mencegah terjadinya permasalahan kulit pada bayi.

Memandikan bayi dengan tepat

Gunakan air hangat untuk memandikan bayi selama 5-10 menit. Pilihlah cleanser yang ringan tanpa kandungan pewangi, anti-bakteri, dan busa. Kandungan-kandungan tersebut memiliki potensi untuk menjadi zat iritan pada kulit bayi.

Setelah memandikan bayi, keringkan kulit dengan handuk lembut terutama pada lipatan-lipatan kulit.

Hindari penggunaan bedak bayi atau bedak talkum

Berdasarkan rekomendasi American Academy of Pediatrics, penggunaan baby powder atau talcum powder tidak disarankan karena dapat menimbulkan iritasi pada kulit bayi. Selain iritasi, partikel halus seperti bedak bayi dapat dengan mudah dihirup dan masuk pada paru-paru. Bayi dan anak-anak sangat rentan terhadap dampak menghirup partikel halus karena pernafasannya lebih cepat, saluran udaranya lebih kecil, dan paru-parunya masih dalam masa perkembangan. Beberapa permasalahan yang dapat terjadi jika partikel halus bedak terhidup adalah, batuk-batuk, sesak nafas, hingga kesulitan pernafasan.

Bedak talkum juga mengandung talc, yang dapat menimbulkan kerusakan paru-paru sehingga penggunaanya sebaiknya dihindari.

Mengaplikasikan pelembap pada bayi

Penggunaan pelembap pada kulit bayi dapat membantu meningkatkan kesehatan skin barrier yang dapat mencegah terjadinya permasalahan kulit.

Aplikasikan pelembap tanpa pewangi setiap hari. Jika kulit bayi anda mulai menunjukkan tanda-tanda kurang kelembapan, tingkatkan frekuensi pemakaian pelembap.

Perawatan untuk kulit area popok

Kulit bayi pada area popok selalu terekspos dengan kelembapan dan gesekan yang mudah menyebabkan iritasi. Berikut merupakan tips untuk mencegah terjadinya iritasi:

  • Ganti popok secara rutin
  • Pilih jenis popok yang memiliki kemampuan untuk menyerap kelembapan dengan cepat agar kulit bayi tetap kering.
  • Hindari penggunaan baby wipes. Bersihkan area popok dengan air hangat kuku dan handuk lembut atau kapas.
  • Aplikasikan barrier cream dengan kandungan zinc setiap mengganti popok.

Proteksi terhadap sinar matahari

Hindarkan bayi dari kontak dengan sinar matahari secara langsung terutama jika bayi masih berusia di bawah 6 bulan. Jika bayi berada di luar ruangan, selalu pakaikan topi dan pakaian yang cukup untuk melindungi tubuh dari sinar matahari.

Aplikasikan sunscreen yang diformulasikan khusus untuk bayi, dan aplikasikan sunscreen 15-20 menit sebelum berada di luar ruangan. Selalu aplikasikan ulang tabir surya setiap 2 jam jika masih berada di luar ruangan. Jika ada reaksi kulit dari pemakaian tabir surya, segera hentikan pemakaian tabir surya.

Perawatan untuk rambut bayi

Rambut bayi pada umumnya tidak memerlukan shampoo, sehingga dapat menggunakan produk cleanser dual function seperti Hair & Body Wash. Jika dirasa perlu, pilihlah produk shampoo yang soap-free, pH netral, dan tanpa pewangi.

Selalu perhatikan agar shampoo tidak mengenai area mata. Refleks berkedip bayi belum berkembang secara sempurna sehingga risiko masuknya shampoo pada mata sangat tinggi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s