Eksfoliasi Kulit Menggunakan Poly Hydroxy Acid (PHA)

Written by dr. Nadia Suhendra, MSc

Poly Hydroxy Acid atau biasa dikenal sebagai PHA adalah kelompok zat asam yang berguna untuk mengeksfoliasi kulit seperti AHA dan BHA. Tren penggunaan PHA tergolong cukup baru di dalam dunia skincare namun jenis eksfolian ini memiliki keunikannya tersendiri yaitu mekanisme kerja molekul yang jauh lebih mild dan gentle dalam mengangkat sel-sel kulit mati, cocok untuk pemilik kulit sensitif dan skin barrier yang mudah iritasi.

Sifat Dasar dan Fungsi PHA dalam skincare

  • Water-soluble. PHA bekerja secara optimal pada lapisan-lapisan epidermis kulit, secara umum PHA dapat diibaratkan seperti AHA versi sangat gentle & mild.
  • Chemical Exfoliant. Fungsi utama Poly Hidroxy Acid adalah untuk eksfoliasi kulit.
  • Ukuran molekul yang besar. Jika dibandingkan dengan ukuran zat-zat asam kelompok AHA dan BHA, molekul asam PHA adalah yang terbesar. Hal inilah yang membuat penyerapan PHA jauh lebih lambat dan membuat risiko iritasi kulit menjadi lebih kecil.

3 Zat Asam Golongan Poly Hydroxy Acid:

  • gluconolactone
  • lactobionic acid
  • galactose

Memilih PHA Yang Sesuai Untuk Mengatasi Jenis Dan Kondisi Kulit

 GluconolactoneLactobionic AcidGalactose
Kering
Sensitif
Kombinasi  
Aging
Pigmentasi*  
Komedo Tertutup  

*Pigmentasi kulit bekas jerawat, flek akibat paparan sinar UV, dan tanda-tanda penuaan kulit.

Manfaat Menggunakan PHA dalam produk skincare:

  • Aman untuk pemula dalam chemical exfoliation. Risiko iritasi kulit yang cukup minimal membuat PHA menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan dengan AHA.
  • Dapat meningkatkan hidrasi kulit. Karena PHA bekerja pada area permukaan kulit kita, maka pengangkatan sel-sel kulit mati dapat menstimulasi peningkatan kadar air dalam kulit dan skin barrier kita dan membuat PHA cocok untuk kulit yang mengalami penuaan, atau jenis kulit kering dan dehidrasi.
  • Anti-Aging. Mengangkat lapisan sel-sel kulit mati yang dapat memperlambat proses regenerasi kulit dan menyebabkan tanda-tanda penuaan kulit seperti kerut/garis halus, keriput, kulit dehidrasi, dan kusam.
  • Mengurangi dan mengoreksi perubahan warna pada kulit. Pigmentasi pada kulit seperti bekas jerawat, melasma, post-inflammatory hyperpigmentation (PIH) dan sun spot terjadi karena peningkatan produksi zat pigmen melanin di lapisan kulit epidermis.

Notes Penting!

  1. Gunakan setelah cleansing (proses pembersihan) kulit.
  2. Selalu apply moisturizerjika melakukan eksfoliasi kulit.
  3. Hindari penggunaan produk skincare dengan kandungan Vitamin C, retinol, retinoid pada skincare routine yang sama. Lebih baik diselang-seling (pagi-malam, atau beda hari) untuk mendapatkan manfaat anti-aging yang optimal tanpa menyebabkan iritasi kulit.
  4. Setelah mengaplikasikan PHA (atau chemical exfoliant lainnya) pada kulit, diamkan selama 20-30 menit agar molekul asam dapat bekerja pada tingkat pH-nya yang optimal.
  5. PHA 1-10% tergolong cukup efektif dan aman digunakan secara rutin, 1-3 kali seminggu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s