Pengobatan Topikal Utama Jerawat dan Komedo

Written by Nadia Suhendra, M.D., M.Sc

Jerawat merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering dijumpai di klinik dokter kulit. Untuk menyembuhkannya, terdapat banyak pilihan produk skincare serta prosedur perawatan yang mengklaim sebagai ‘obat jerawat’ atau acne treatment. Padahal, tidak semua kandungan aktif produk skincare benar-benar bersifat efektif sebagai pengobatan utama karena pengobatan jerawat sangat tergantung dari jenis serta faktor latar belakang pemicu penyakit tersebut. Agar tidak salah kaprah dan malah memperparah kondisi jerawat, yuk ketahui beberapa macam obat topikal utama dan alternative treatment jerawat di dunia medis.

  1. Benzoyl Peroxide (BP)

Pilihan pengobatan efektif untuk mengobati jerawat mild to moderate adalah menggunakan obat topikal berkandungan aktif Benzoyl Peroxide dengan persentase 2,5%, 5%, hingga 10%.
Mekanisme Kerja:

  • Membunuh bakteri penyebab jerawat
  • Mengangkat lapisan kulit mati dan tumpukan minyak yang menyumbat pori pori (eksfoliasi ringan)
  • Mengurangi peradangan

Keunggulan :

  • Cocok untuk semua jenis jerawat baik dengan peradangan (papular, pustular, nodular, cystic) maupun tanpa peradangan (komedo terbuka/blackheads, komedo tertutup/whiteheads).
  • Dapat digunakan mulai dari usia 12 tahun keatas. Untuk penggunaan pada anak di usia dibawah 12 tahun harus dengan pengawasan dokter.
  • Efektif digunakan sebagai pengobatan tunggal maupun kombinasi dengan obat lainnya.
  • Tidak ada risiko resistensi bakteri, sehingga dapat terus digunakan untuk jangka panjang atau dengan jeda waktu yang tidak menentu.
  • BP Persentase 2,5% aman dan efektif digunakan untuk kulit sensitif atau untuk yang memiliki skin barrier tidak sehat, terutama jika menggunakan metode wash-off secara rutin.
  • Termasuk golongan obat yang aman digunakan pada masa kehamilan maupun menyusui.

Kekurangan :

  • Semakin tinggi persentase BP yang digunakan, maka semakin tinggi risiko iritasi.
  • Dapat menyebabkan area kulit yang diobati menjadi kering jika tidak diimbangi dengan pemakaian produk pelembap (moisturizer)
  • Efektivitas bergantung pada formulasi dan lama kontak obat terhadap kulit.

2. Clindamycin 1%

Kandungan aktif clindamycin merupakan pilihan antibiotik topikal utama yang umum digunakan untuk mengobati jerawat dengan peradangan dimana kumpulan bakteri yang menyumbat pori-pori telah mengakibatkan infeksi.

Mekanisme Kerja :

  • Membunuh bakteri penyebab bakteri
  • Mengurangi peradangan

Keunggulan :

  • Cocok untuk mengobati jerawat yang meradang dan bernanah
  • Dapat mengurangi risiko persebaran bakteri jerawat dari satu area ke area lain di wajah
  • Memiliki risiko resistensi bakteri yang lebih kecil dibandingkan dengan antibiotik lain seperti Erithromycin
  • Dapat menjadi terapi pengobatan jerawat yang sangat efektif jika dikombinasikan dengan Benzoyl Peroxide 2,5-5%
  • Aman digunakan pada masa kehamilan tapi tidak dianjurkan pada masa menyusui.

Kekurangan :

  • Kurang efektif untuk mengobati jerawat jenis komedo (tanpa peradangan)
  • Termasuk jenis obat yang bekerja optimal hanya jika dikombinasikan dengan obat jerawat lain

3. Derivatif Vitamin A (Retinoid)

Retinoid merupakan pilihan yang sangat ampuh dalam mengobati berbagai jenis jerawat. Ada 3 macam kandungan aktif dari retinoid dan masing masing memiliki aktivitas dan efektivitas kerja serta risiko iritasi yang berbeda-beda, yakni:

  • Tretinoin (0,025-0,1%)
  • Adapalene (0,1%, 0,3%)
  • Tazarotene (0,05%, 0,1%)

Mekanisme Kerja :

Secara umum mekanisme kerja semua jenis retinoid sangat mirip yaitu :

  • Komedolitik. Melarutkan komponen-komponen penyumbat pori pori yaitu minyak, sel-sel kulit mati, serta cluster bakteri
  • Memecahkan bibit jerawat yang berdiam di lapisan dalam kulit (microcomedone)
  • Mengurangi peradangan jerawat

Keunggulan :

  • Efektif digunakan sebagai pengobatan tunggal untuk mengobati jerawat jenis komedo, maupun jenis lain jika dikombinasikan dengan obat jerawat lain baik topikal maupun oral (obat minum).
  • Efektif untuk mengurangi risiko acne scar
  • Kombinasi Adapalene 0,1% dan Benzoyl Peroxide 2,5% dapat digunakan mulai dari usia pra-remaja ( ≥9 tahun).

Kekurangan :

  • Dapat menimbulkan efek samping seperti kulit kering, mengelupas, kemerahan, dan gatal iritasi.
  • Semakin tinggi persentase retinoid, semakin efektif proses penyembuhan jerawat, namun juga semakin tinggi risiko efek samping yang ditimbulkan.
  • Tretinoin dapat meningkatkan reaksi kulit terhadap matahari/sinar UV sehingga disarankan hanya digunakan pada malam hari.
  • Tretinoin tidak dapat digunakan pada satu rangkaian yang sama dengan Benzoyl Peroxide.
  • Tidak dapat digunakan pada masa perencanaan maupun saat kehamilan, dan pada masa menyusui.

Sumber dan Bahan Bacaan Lanjutan :

Zaenglein, A. L., Pathy, A. L., Schlosser, B. J., Alikhan, A., Baldwin, H. E., Berson, D. S., Bowe, W. P., Graber, E. M., Harper, J. C., Kang, S., Keri, J. E., Leyden, J. J., Reynolds, R. V., Silverberg, N. B., Stein Gold, L. F., Tollefson, M. M., Weiss, J. S., Dolan, N. C., Sagan, A. A., Stern, M., … Bhushan, R. (2016). Guidelines of care for the management of acne vulgaris. Journal of the American Academy of Dermatology74(5), 945–73.e33.https://doi.org/10.1016/j.jaad.2015.12.037

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s