Probiotic in Skincare

Written by Nadia Suhendra, MBBS, MSc

Penggunaan probiotik dalam dunia kesehatan dan industri medis mulai dikenal sejak tahun 1907. Hal ini bermula dari studi mengenai manfaat ‘bakteri baik’ untuk menggantikan koloni bakteri jahat di dalam pencernaan kita agar keseeimbangan mikroorganisme tetap terjaga. Seiring berkembangnya teknologi dan studi ilmiah, kini probiotik mulai digunakan di dalam dunia kecantikan yaitu dalam produk produk skincare.

Mikrobioma & Fungsinya pada kulit

Di dalam tubuh dan pada permukaan kulit kita terdapat jutaan mikrobioma yang tak terlihat. Mereka adalah kelompok bakteri, fungi (jamur), bahkan virus yang bervariasi jenis dan tentunya memiliki peran penting yang berbeda-beda dalam menjaga kesehatan tubuh kita. Ada 3 fungsi utama mikrobioma pada kulit kita yaitu:

  • Menjaga kulit dari serangan patogen (mikrobioma jahat yang dapat menyebabkan penyakit kulit)
  • Melatih, meningkatkan, serta mendukung kemampuan imunitas alami skin barrier kulit kita
  • Menjaga keseimbangan pH kulit (acid mantle)
  • Menjaga kesehatan struktur skin barrier

Kondisi dan masalah kulit yang berkaitan erat dengan proses peradangan seperti alergi, eksim, psoriasis, jerawat, hingga proses penuaan kulit memiliki kaitan dengan kondisi keseimbangan mikrobioma kulit.

Probiotik dalam Skincare

Probiotik adalah mikrobioma hidup yang secara khusus dengan dosis atau jumlah tertentu dapat kita konsumsi atau gunakan secara topikal untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan tubuh. Berdasarkan beberapa studi ilmiah, probiotik dalam produk skincare memiliki fungsi antara lain yaitu:

  • Meningkatkan kandungan ceramide dalam skin barrier.
  • Probiotik jenis Streptococcus thermophilus terbukti dapat memperbaiki struktur skin barrier dan meningkatkan kelembapan kulit.
  • Mengurangi reaksi peradangan kulit dan respon sensitivitas yang berlebihan.
  • Bakteri patogen yang paling sering menimbulkan berbagai masalah kulit adalah Staphylococcus aureus. Melalui beberapa uji klinis, bantuan probiotik jenis Vitreoscilla filiformis, Lactobacillus johnsonii NCC 533 (La1) dan Roseomonas mucosa terbukti dapat mengurangi jumlah bakteri Staphylococcus aureus secara signifikan dan membantu meregulasi proses reaksi imun kulit agar frekuensi terjadinya ruam dan rasa gatal berkurang.
  • Mengurangi jumlah bakteri penyebab jerawat.
  • Bakteri Cutibacterium acnes adalah kelompok mikrobioma yang menyebabkan munculnya jerawat. Bakteri ini bersifat oportunis pada area kulit yang berminyak dan beberapa uji klinis membuktikan bahwa kelompok bakteri lactic acid (lactobacillus) dan Streptococcus salivarius memiliki sifat anti-acne bacteria dan dapat mengurangi jumlah koloni bakteri penyebab jerawat.
  • Mencegah dan mengurangi proses photoaging.
  • Paparan sinar UV adalah salah satu penyebab utama proses penuaan kulit. Pemecahan jaringan kolagen dan elastin membuat kulit berkeriput, dehidrasi, dan elastisitas kulit berkurang signifikan. Selain itu, struktur skin barrier pun akan menjadi lebih lemah dan reaksi sensitivitas (skin redness and inflammation) lebih mudah terjadi. Penggunaan produk skincare dengan kandungan probiotik La1 dan Lactobacillus buchneri (PELB), terbukti dapat mencegah dan mengurangi proses kerusakan kulit tersebut.

Konklusi

Penggunaan produk skincare dengan probiotik yang sedang menjadi tren masa kini memang telah teruji bermanfaat positif walau dengan jumlah studi yang masih tergolong terbatas. Sejauh ini manfaat yang paling signifikan adalah untuk perawatan kulit dengan gangguan struktur skin barrier seperti atopic dermatitis, psoriasis, dan kerusakan skin barrier akibat faktor eksternal lain. Probiotik dalam skincare juga dapat menjadi alternatif terapi penyembuhan jerawat.

Pada saat ini semua studi mengenai probiotik dalam skincare masih pada tahap awal. Untuk menentukan tingkat efektivitas probiotik yang sesungguhnya, masih ada beberapa hal yang perlu diuji lebih lanjut, yaitu:

  • Tingkat stabilitas formulasi skincare. Setiap jenis probiotik memiliki kriteria lingkungan hidup yang spesifik (temperatur, tingkat oksigen, dll.)
  • Standar jumlah atau dosis probiotik yang dapat memberikan perubahan signfikan pada kulit
  • Shelf-life produk skincare dengan probiotik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s