Jenis-Jenis Alpha Hydroxy Acid (AHA)

Written by dr. Nadia Suhendra, MSc

Perbedaan sifat antar kelompok AHA biasanya ditentukan oleh ukuran molekul yang lalu mempengaruhi kecepatan penyerapan jenis tersebut ke dalam lapisan kulit. Selain itu sumber AHA yang berbeda-beda juga dapat memberikan manfaat tambahan yang unik. Produk chemical exfoliant dapat berupa AHA complex yang menggabungkan beragam jenis, atau satu jenis saja.

1. Glycolic Acid

  • Berasal dari tanaman tebu (sugar cane) dan formulasi sintetis
  • Berat molekul 76.05 g/mol (terkecil diantara semua jenis AHA)
  • Kecepatan penyerapan dan tingkat efektifitas tinggi
  • Memiliki manfaat untuk mencerahkan dan mengurangi pigmentasi kulit, mengurangi kerutan dan garis halus (anti-keriput, anti-aging), dan menstimulasi produksi kolagen
  • Dianjurkan untuk mulai dari produk dengan formulasi s.d 5%, perlahan tingkatkan hingga maksimal 10% (sesuaikan kebutuhan dan reaksi kulit untuk menghindari iritasi kulit dan over-exfoliate)
  • Dapat memberikan efek “overnight glowing”
  • Cocok untuk semua jenis kulit

2. Citric Acid

  • Berasal dari berbagai buah-buahan sitrat yaitu semua jenis jeruk, lemon, limau, dan sebagainya serta formulasi sintetis.
  • Berat molekul 192.12 g/mol
  • Secara teori dapat memberikan efek eksfoliasi pada persentasi >10%, namun akibat ukuran molekul citric acid sangat besar dan pH sangat rendah, kurang memungkinkan untuk menggunakan asam sitrat sebagai chemical exfoliant yang efektif
  • Memiliki manfaat lain yaitu menetralisir pH kulit, dan penyeimbang pH formulasi AHA complex
  • Cocok untuk semua jenis kulit termasuk sensitif dan berjerawat

3. Lactic Acid

  • Berasal dari produk susu dan hasil fermentasi buah-buahan serta formulasi sintetis
  • Pada persentasi s.d 5% dapat bermanfaat untuk skin hydration
  • Pada persentasi 5-10% secara gentle mengeksfoliasi, menghidrasi dan anti-aging kulit
  • Berat molekul 90.08 g/mol (sedikit lebih besar dari glycolic acid)
  • Kecepatan penyerapan lebih lambat tapi tingkat efektivitas tinggi walau membutuhkan waktu sedikit lebih lama dari glycolic acid
  • Cocok untuk kulit dehidrasi, kering, sensitif, aging-skin, berminyak, berjerawat

4. Mandelic Acid

  • Berasal dari biji kacang almond dan formulasi sintetis
  • Berat molekul             152.15 g/mol
  • Formulasi mandelic acid sekitar 10% optimal untuk eksfoliasi gentle
  • Manfaat lain yaitu dapat menjaga keseimbangan struktur skin barrier
  • Dapat meningkatkan kelembapan dan tingkat hidrasi kulit
  • Cocok untuk kulit dehidrasi (skin barrier recovery), kering, dan sensitif

5. Malic Acid

  • Berasal dari apel, pir, ceri dan formulasi sintetis
  • Berat molekul 134.0874 g/mol (jauh lebih besar dibanding ukuran glycolic acid)
  • Kecepatan penyerapan cenderung lambat akibat ukuran molekul yang besar
  • Kadar 1-2% Malic Acid sering disertakan dalam formulasi AHA complex untuk men-support kandungan AHA lain
  • Selain sebagai chemical exfoliant, malic acid juga umum digunakan sebagai penyeimbang pH formulasi skincare.
  • Memiliki manfaat antioksidan, anti-aging, menghidrasi kulit, dan meningkatkan sirkulasi oksigen ke sel-sel kulit
  • Cocok untuk kulit sensitif, kering, dehidrasi, berjerawat

6. Tartaric Acid

  • Berasal dari anggur, red wine, buah-buahan beri,dan formulasi sintetis
  • Berat molekul 150.087 g/mol (dua kali lipat dari glycolic acid)
  • Memiliki efek eksfoliasi sangat mild
  • Memberikan manfaat antioksidan dan anti-aging
  • Tartaric acid sangat bermanfaat dalam menyeimbangkan pH formulasi produk dengan AHA complex
  • Cocok untuk semua jenis kulit termasuk sensitif, dan/atau aging

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s