Mengenal Hiperpigmentasi Pasca Inflamasi (PIH) dan Cara Mengatasinya

Written by: Salsabilatul Azizah, M.B.B.S.

Apa itu hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi adalah istilah medis umum untuk menggambarkan berbagai macam bercak hitam atau coklat yang muncul di kulit akibat produksi melanin berlebih. Melanin adalah pigmen yang memberi warna pada kulit dan dihasilkan oleh sel-sel bernama melanosit. Hiperpigmentasi sering terjadi pada orang-orang berkulit coklat medium dan coklat gelap (Fitzpatrick tipe 3-4).

Penyebab hiperpigmentasi pasca inflamasi

Hiperpigmentasi pasca inflamasi adalah bercak hitam yang muncul setelah terjadi peradangan pada kulit. Penyebab hiperpigmentasi pasca inflamasi pada umumnya adalah jerawat atau dermatitis atopik. Peradangan pada kulit yang disebabkan oleh faktor-faktor di atas menyebabkan sel-sel melanosit menjadi terlalu aktif dan memproduksi melanin berlebih. Melanin yang terkumpul di satu tempat akan tampak seperti bercak coklat kehitaman atau bahkan abu-abu.

Terdapat dua lokasi hiperpigmentasi, yaitu di lapisan kulit luar dan lapisan kulit dalam. Hiperpigmentasi yang berada di lapisan kulit luar (epidermis) akan tampak berwarna coklat muda hingga coklat gelap dan akan bertahan sampai berbulan-bulan hingga bertahun-tahun jika tidak ditangani. Tetapi, hiperpigmentasi yang berada di epidermis cenderung akan memudar dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Sedangkan hiperpigmentasi yang berada di lapisan kulit dalam (dermis) tampak berwarna biru atau abu-abu dan cenderung akan menjadi permanen.

Cara mengatasi hiperpigmentasi pasca inflamasi

  1. Pengobatan dan pencegahan jerawat

Langkah terpenting untuk menghindari munculnya hiperpigmentasi pasca inflamasi (PIH) adalah mengobati dan mencegah terjadinya peradangan agar tidak berubah menjadi hiperpigmentasi. Apabila kulit kamu cenderung berjerawat, maka melakukan perawatan anti jerawat dan merubah pola hidup akan membantu mengontrol dan mengurangi terjadinya peradangan.

  • Menggunakan sunscreen

Kulit yang tidak terlindungi oleh sunscreen akan berisiko mengalami berbagai macam kerusakan pada kulit dan penuaan dini. Penggunaan sunscreen secara rutin akan membantu melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB yang dapat menimbulkan dan memperparah hiperpigmentasi.

  • Obat topikal

Treatment menggunakan agen pencerah kulit seperti hydroquinone dikenal efektif untuk membantu menyamarkan bercak coklat pada kulit. Umumnya, terapi hydroquinone akan digabung dengan penggunaan retinoid dan kortikosteroid topikal untuk mempercepat proses penyamaran hiperpigmentasi tanpa membuat kulit iritasi. Retinoid yang digunakan termasuk, tretinoin, adapalene, dan tazarotene.

  • Azelaic acid

Azelaic acid merupakan agen anti pigmen yang bekerja dengan cara menghambat enzim tyrosinase yang membantu dalam pembentukan melanin. Azelaic acid memiliki efektivitas yang hampir sama dengan hydroquinone untuk mengurangi hiperpigmentasi dan bahkan lebih efektif dengan dosis tertentu. Namun, dosis azelaic acid yang tepat dan efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi hanya dapat diresepkan oleh dokter.

  • Chemical peels

Chemical peeling adalah proses dimana zat kimia akan diaplikasikan pada kulit untuk membuang sel-sel epidermis yang mengandung melanin berlebih. Pembuangan epidermis ini akan meningkatkan proses regenerasi kulit yang baru sehingga kulit tampak lebih sehat. Chemical peeling harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit yang berpengalaman, karena jika tidak dilakukan dengan tepat, maka kulit akan mengalami iritasi dan bisa muncul semakin banyak hiperpigmentasi. Beberapa jenis chemical peels yang sering digunakan termasuk TCA acid, glycolic acid, dan salicylic acid.

  • Laser

Beberapa jenis laser seperti Q-switched Nd: YAG, picosecond, Q-switched ruby, dan fractional CO2 laser dapat digunakan untuk meningkatkan tampilan hiperpigmentasi. Hasil riset menunjukkan bahwa laser merupakan terapi yang efektif untuk mengatasi hiperpigmentasi yang terletak pada lapisan epidermis dan dermis pada kulit orang Asia. Namun perlu diingat, treatment dengan laser harus dilakukan oleh dokter spesialis kulit yang berpengalaman.

Perawatan untuk hiperpigmentasi berfokus pada pengurangan produksi melanin yang abnormal. Terdapat berbagai macam jenis treatment untuk mengatasi masalah hiperpigmentasi mulai dari obat topikal hingga berbagai macam jenis laser. Efektivitas treatment hiperpigmentasi juga berbeda-beda tergantung dengan jenis perawatan yang dipilih. Tetapi, faktor penting yang perlu diingat untuk mencegah terjadinya hiperpigmentasi adalah dengan mengontrol terjadinya peradangan dan menggunakan sunscreen setiap hari.

Referensi:

  1. Lawrence E, Al Aboud KM. Postinflammatory Hyperpigmentation. [Updated 2021 Oct 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559150/HHS Vulnerability Disclosure
  2. Desai SR. Hyperpigmentation therapy: a review. J Clin Aesthet Dermatol. 2014;7(8):13-17.
  3. Nieuweboer-Krobotova, L. “Hyperpigmentation: types, diagnostics and targeted treatment options.” Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology : JEADV vol. 27 Suppl 1 (2013): 2-4. doi:10.1111/jdv.12048
  4. Davis, Erica C, and Valerie D Callender. “Postinflammatory hyperpigmentation: a review of the epidemiology, clinical features, and treatment options in skin of color.” The Journal of clinical and aesthetic dermatology vol. 3,7 (2010): 20-31.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s