Beberapa Kebiasaan yang Memperparah Jerawat

Written by: Salsabilatul Azizah, M.B.B.S.

Apabila kamu merasa sudah rajin merawat kulit agar terhindar dari jerawat, tapi jerawat tetap sering muncul, kemungkinan besar ada beberapa kebiasaan yang salah dan justru membuat kulit semakin rentan tumbuh jerawat. Artikel ini akan membahas mengenai beberapa kebiasaan yang menyebabkan kondisi jerawat semakin parah.

  • Menggunakan makeup atau produk skin care yang menyumbat pori-pori

Setiap produk kecantikan atau skincare memiliki jenis formulasi berbeda-beda. Ada beberapa produk makeup dan skin care yang mengandung bahan-bahan seperti oil dengan molekul besar seperti coconut oil, corn oil, atau soybean oil atau turunan isopropyl yang dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat. Perlu diingat bahwa tidak semua oil akan menyebabkan pori-pori tersumbat, maka selalu cek kandungan yang ada dalam produk kecantikan dan pilihlah produk sesuai dengan tipe kulitmu.

  • Terlalu sering mencuci muka

Mencuci muka terlalu sering dapat membuat kulit menjadi lebih rentan iritasi dan mengakibatkan tumbuhnya jerawat. Idealnya mencuci wajah dua kali sehari (pagi hari dan malam hari) sudah cukup. Tapi jika kamu memiliki aktivitas yang membuat kulit berkeringat maka disarankan untuk segera mencuci muka agar pori-pori tidak tersumbat dan tumbuh bakteri penyebab jerawat.

  • Menyentuh atau memencet jerawat

Selalu hindari keinginan untuk memencet atau menyentuh jerawat. Ketika kamu menyentuh atau memencet jerawat, sel-sel kulit mati, bakteri dan nanah akan terdorong semakin dalam di pori-pori. Ketika hal ini terjadi, maka jerawat akan semakin meradang dan membesar yang dapat mengakibatkan scarring (bopeng).

  • Mengusap keringat dengan tangan

Mengusap keringat dengan tangan yang tidak bersih akan menyebabkan transfer bakteri, kotoran dari tangan ke kulit wajah. Hal ini dapat menyebabkan bakteri untuk masuk ke dalam pori-pori sekaligus menyumbat pori-pori dan muncul jerawat. Usahakan untuk tidak menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih.

  • Berbagi peralatan makeup dengan orang lain

Berbagi peralatan makeup dengan orang lain akan mentransfer bakteri, sel-sel kulit mati, dan oil pada kulit orang lain ke permukaan kulit kamu. Tentunya hal ini memiliki potensi besar untuk menyebabkan munculnya jerawat. Tidak hanya muncul jerawat, beberapa penyakit lain seperti herpes simplex juga bisa ditularkan melalui sharing peralatan makeup.

  • Menggosok wajah ketika cuci muka

Kulit yang berminyak memang terasa mengganggu, dan banyak orang mencuci wajah dengan cara menggosok secara kasar agar mengurangi jumlah minyak di kulit. Tetapi menggosok kulit wajah dengan kasar justru membuat kulit semakin iritasi dan mudah tumbuh jerawat. Teknik mencuci wajah yang benar adalah dengan membusakan sabun di telapak tangan, lalu ratakan  dengan lembut pada wajah dengan gerakan melingkar (terutama jika ada jerawat aktif), lalu bilas dengan air dan keringkan dengan handuk bersih dengan cara ditepuk-tepuk, bukan digosok.

  • Terlalu sering ganti produk anti jerawat

Kebiasaan untuk mengganti produk skincare anti jerawat terlalu sering dapat menyebabkan kulit menjadi cepat iritasi dan menimbulkan breakouts. Untuk melihat hasil treatment jerawat memang membutuhkan waktu dan kesabaran. Umunya produk anti jerawat butuh waktu selama 1-2 bulan untuk bekerja dan jerawat sendiri membutuhkan waktu selama 3-4 bulan untuk benar-benar bersih. Maka jangan terlalu terburu-buru untuk mengganti produk apabila masih belum merasakan perubahan, berikan waktu untuk produk bisa bekerja.

Mengetahui dan merubah kebiasaan-kebiasaan buruk dan gaya hidup yang tidak sehat merupakan faktor penting untuk mendukung kesuksesan treatment anti jerawat. Melakukan perawatan eksternal saja tidak akan cukup jika masih banyak kebiasaan yang salah yang membuat jerawat semakin sering muncul. Maka dari itu, treatment eksternal harus diikuti dengan perubahan gaya hidup dan kebiasaan yang lebih sehat agar hasil bisa optimal.



Referensi:

  1. Harper JC. “Acne: The basics.” Paper written by dermatologist Julie C. Harper, MD to help her patients get the best results from their acne treatment. May 2003.
  2. Jordan L, Baldwin HE. “Stratum corneum abnormalities and disease-affected skin: Strategies for successful outcomes in inflammatory acne.” J Drugs Dermatol. 2016;15(10):1170-3.
  3. Zaenglein, AL, Pathy AL, et al. “Guidelines of care for the management of acne vulgaris.” J Am Acad Dermatol. 2016;74:945-73.
  4. Alshammrie FF, Alshammari R, Alharbi RM, Khan FH, Alshammari SK. Epidemiology of Acne Vulgaris and Its Association With Lifestyle Among Adolescents and Young Adults in Hail, Kingdom of Saudi Arabia: A Community-Based Study. Cureus. 2020;12(7):e9277. Published 2020 Jul 19. doi:10.7759/cureus.9277

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s