Introduction to Chemical Exfoliation

Written by dr. Nadia Suhendra, MSc (Dermatology)

Setiap sel-sel kulit kita rata-rata berusia 28 hari hingga mengalami regenerasi. Untuk memberikan ruang bagi lapisan sel-sel kulit yang baru, tubuh kita secara alami melakukan pelepasan sel-sel kulit mati dan proses ini disebut deskuamasi. Pada kulit yang sehat deskuamasi terjadi perlahan-lahan setiap hari, sel kulit secara individu akan lepas. Artinya, proses ‘pengelupasan’ terjadi sedikit demi sedikit tanpa kita sadari.

Chemical Exfoliation adalah proses melepaskan sel-sel kulit mati yang menumpuk di permukaan kulit dengan menggunakan zat asam atau acid yang diformulasi khusus dalam produk skincare. Walaupun terdengar agak seram, tapi tidak perlu khawatir. Jika mengikuti petunjuk dengan baik, metode ini aman dilakukan dan akan memberikan banyak manfaat yang baik jika disertakan dalam skincare routine-mu.

Kalau proses deskuamasi sudah terjadi dengan alami, kenapa kita masih perlu melakukan chemical exfoliation?

Seiring bertambahnya usia serta paparan polusi, sinar UV dan radikal bebas; kemampuan deskuamasi alami kulit akan berkurang. Artinya, proses penumpukan lapisan kulit mati menjadi lebih cepat dibanding kemampuan kulit kita melepaskannya.

Lapisan sel-sel kulit mati yang menumpuk tersebut akan mengakibatkan:

  • Wajah tampak kusam dan bertekstur kasar
  • Terjadi penyumbatan pori-pori dan jerawat
  • Skin tone tidak merata
  • Muncul garis-garis halus
  • Muncul tampilan kulit mengelupas tidak sempurna
  • Penyerapan produk skincare tidak maksimal

Untuk membantu kulit agar selalu tampak fresh, cerah dan lembap dengan lapisan kulit baru yang lebih sehat, maka kita perlu melakukan eksfoliasi secara rutin sesuai dengan jenis, formulasi dan kadar potensi (%) acid yang kita gunakan.

Chemical Exfoliation relatif lebih aman dan lebih efektif dibanding Physical Exfoliation
Ketika menggunakan physical exfoliant seperti scrub, sponge, atau cleansing brush mudah terjadi kesalahan seperti misalnya menekan teralu kencang, atau butiran serta tekstur eksfolian terlalu kasar hingga melukai kulit tanpa kita sadari.

Berbeda dengan chemical exfoliant, jika kita menggunakan formulasi yang tepat sesuai dengan jenis, kondisi dan kebutuhan serta tingkat toleransi kulit kita, maka proses eksfoliasi akan efektif dan menampakkan hasil yg merata.

Kapan kita perlu mulai chemical exfoliation?

Eksfoliasi kimia dapat dimulai dari usia remaja, terutama ketika mulai timbul komedo dan jerawat. Secara umum, usia 18-20 tahun ideal untuk memulai eksfoliasi sekalipun tidak ada permasalahan kulit. Langkah ini merupakan pencegahan jangka panjang dan tahap awal anti-aging. Pastikan sebelum mulai melakukan eksfoliasi, dan selalu mulai dari formulasi chemical exfoliant yang mild dan gentle untuk menghindari iritasi.

3 Kelompok acid yang biasa digunakan untuk eksfoliasi rutin

Alpha Hydroxy Acid (AHA)Beta Hydroxy Acid (BHA)Poly Hydroxy Acid (PHA)
Glycolic Acid Mandelic Acid Lactic Acid Citric Acid Tartaric Acid Malic AcidSalicylic Acid  Gluconolactone Galactose Lactobionic acid

3 Level Chemical Exfoliation

Perbedaan kedalaman dalam penyerapan molekul acid pada lapisan kulit akan memberikan stimulasi dan efek yang berbeda-beda. Maka sangatlah penting untuk melakukan chemical exfoliation ketika kulit dan skin barrier sedang dalam kondisi sehat agar penyerapan dan hasil terjadi sesuai ekspektasi.

Superficial

  • Mengangkat sel-sel kulit mati pada Epidermis
  • Mild, gentle di kulit
  • Minimum atau tanpa redness di kulit setelah eksfoliasi
  • Biasanya efek dari produk eksfoliasi dengan persentase rendah, atau jenis eksfolian dengan molekul yang besar
  • Cocok untuk kulit kusam, berjerawat, garis halus, dan noda hitam
  • Perlu menghindari paparan matahari langsung dan selalu gunakan sunscreen

Medium

  • Mengangkat sel-sel kulit pada epidermis dan menyerap hingga papillary dermis untuk menstimulasi efek pembaharuan jaringan kulit
  • Lebih invasif, bukan untuk pemula. Sebaiknya dilakukan di klinik oleh ahli medis estetika berpengalaman
  • Menyebabkan redness dan memerlukan waktu recovery kulitsekitar 1 minggu
  • Terjadi pengelupasan yang cukup jelas selama masa recovery perlu menghindari paparan matahari
  • Perlu menghindari paparan matahari langsung dan selalu gunakan sunscreen

Deep

  • Mengangkat sel-sel kulit pada epidermis dan menyerap hingga mid-reticular dermis untuk menstimulasi efek skin rejuvenation secara optimal
  • Sangat invasif dan harus dilakukan di klinik oleh ahli medis estetika berpengalaman
  • Menyebabkan redness dan pengelupasan kulit secara langsung
  • Memerlukan waktu recovery kulitsekitar 10 hari
  • Perlu menghindari matahari total selama paling tidak 3-5 hari pertama
  • Hasil dramatis dan menstimulasi deep skin renewal
  • Cocok untuk kulit aging (mature skin), keriput, photoaging, dan untuk menghilangkan scar tertentu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s