Hal-Hal Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Menggunakan Face Oil Dalam Skincare Routine

Author: Salsabilatul Azizah, M.B.B.S.

Co-Author: Nadia Suhendra, MD, MSc 

Ada berbagai macam jenis oil di luar sana yang mengklaim dapat membantu mengatasi jerawat, penuaan atau iritasi pada kulit. Tetapi tahukah kamu bahwa tidak semua oil aman digunakan untuk kulit? Yuk, kita cari tahu jenis oil apa saja yang aman untuk dipakai dan bermanfaat untuk kulit kamu!

Minyak yang berasal dari tumbuh-tumbuhan telah lama digunakan sebagai produk yang bermanfaat untuk kesehatan dan kosmetik. Dalam dunia skincare, penggunaan plant oils berfungsi untuk menjaga kelembaban kulit dan meningkatkan kesehatan skin barrier. Tetapi tidak semua oil dapat digunakan untuk kulit. Plant oil sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu, essential oils dan fixed oils. 

Essential oils berasal dari ekstrak bagian tumbuhan tertentu seperti bunga, akar, daun, atau biji yang diperoleh melalui proses penyulingan. Proses penyulingan ini membutuhkan tanaman dalam jumlah sangat tinggi sehingga menghasilkan komponen bahan kimia yang sangat terkonsentrasi dan mengandung fragrance dan essence tanaman. Essential oils biasanya digunakan sebagai campuran diffuser, humidifier, dan juga aromatherapy untuk menghilangkan stress. Karena konsentrasi bahan kandungan aktif yang tinggi, penggunaan topikal essential oil di kulit sangat tidak disarankan karena dapat menimbulkan reaksi alergi, iritasi, inflamasi, dan beracun apabila terserap ke dalam kulit. Beberapa contoh essential oils yaitu, lavender oil, peppermint oil, chamomile oil, eucalyptus oil, dan jasmine oil.

Fixed oils adalah ekstrak lemak dari tumbuhan yang diperoleh melalui berbagai macam proses, sehingga komponen utama dari fixed oils adalah berupa lemak. Komponen fixed oils termasuk squalene, asam lemak, sterols, vitamin E, dan senyawa fenolik yang berfungsi sebagai antioksidan. Berbeda dengan essential oils yang mudah menguap, fixed oils tidak dapat menguap dan akan bertahan di kulit ketika diaplikasikan. Beberapa contoh produk dari fixed oils adalah coconut oil, argan oil, avocado oil, jojoba oil, rosehip oil, dan shea butter. Penggunaan topikal fixed oils tersebut bermanfaat sebagai antioksidan, anti-aging, anti inflamasi dan juga memperbaiki skin barrier.

Seperti produk-produk skincare pada umumnya, penggunaan oil juga berbeda-beda untuk setiap kulit. Untuk kulit kering, penggunaan facial oil sangat dianjurkan karena aplikasinya akan bertindak sebagai oklusif yang dapat mencegah terjadinya dehidrasi kulit. Beberapa contoh facial oil yang cocok untuk kulit kering termasuk, coconut oil, argan oil, marula oil dan squalane oil.

Untuk kulit berminyak, sebaiknya pilihlah jenis oil yang ringan dan tidak menyumbat pori-porimu seperti squalane oil atau rosehip oil. Seringkali, kulit berminyak adalah mekanisme kulit untuk mempertahankan kelembaban kulit yang hilang karena skincare routine yang tidak tepat. Tapi, beberapa jenis facial oil dapat melembabkan kulit sekaligus meregulasi produksi minyak kulit (sebum) tanpa membuat kulit semakin berminyak, seperti jojoba oil, tea tree oil atau squalane oil. Minyak yang dihasilkan oleh kulit kita sangat berbeda dengan facial oil, karena facial oil dapat lebih mengunci kelembaban kulit sekaligus memberikan nutrisi pada kulit agar tetap sehat. 

Untuk kulit yang berjerawat, penggunaan oil sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan peradangan yang akan menyebabkan breakout, tapi jika kamu ingin menggunakan oil di skincare routine-mu, pilihlah jenis oil yang memiliki kandungan anti inflamasi untuk menghindari terjadinya peradangan, seperti jojoba oil, squalane oil, atau tea tree oil.

Meski bermanfaat untuk memperbaiki skin barrier, facial oil tidak dapat menggantikan pelembab. Hal ini disebabkan karena oil hanya akan menempel dan menjadi lapisan protektif di permukaan kulit karena oil tidak dapat terserap ke dalam lapisan dermis dan mempertahankan kelembaban kulit seperti pelembab. Maka dari itu, facial oil lebih baik diaplikasikan setelah pemakaian pelembab dan sebelum sunscreen. Selain itu, penggunaan oil juga sebaiknya tidak perlu terlalu banyak karena bentuknya sudah terkonsentrasi.

Sebelum menggunakan produk oils dalam skincare routine kamu, pastikan bahwa oil yang kamu pilih merupakan produk fixed oils yang sesuai dengan jenis kulitmu, ringan, tidak menyumbat pori-pori, dan yang terpenting dapat meningkatkan kesehatan skin barrier-mu.  Pastikan juga bahwa oil yang kamu pilih bukan essential oils, karena konsentrasi bahan aktif yang tinggi dari essential oils dapat menimbulkan reaksi alergi dan iritasi pada kulit

Referensi dan Bahan Bacaan Lanjutan:

Lin TK, Zhong L, Santiago JL. Anti-Inflammatory and Skin Barrier Repair Effects of Topical Application of Some Plant Oils. Int J Mol Sci. 2017;19(1):70. Published 2017 Dec 27. doi:10.3390/ijms19010070

Endly DC, Miller RA. Oily Skin: A review of Treatment Options. J Clin Aesthet Dermatol. 2017;10(8):49-55.

Gad HA, Roberts A, Hamzi SH, et al. Jojoba Oil: An Updated Comprehensive Review on Chemistry, Pharmaceutical Uses, and Toxicity. Polymers (Basel). 2021;13(11):1711. Published 2021 May 24. doi:10.3390/polym13111711

Vaughn AR, Clark AK, Sivamani RK, Shi VY. Natural Oils for Skin-Barrier Repair: Ancient Compounds Now Backed by Modern Science. Am J Clin Dermatol. 2018;19(1):103-117. doi:10.1007/s40257-017-0301-1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s